Recent Posts

Berbagi Ide dan Gagasan Untuk Menginspirasi Anak Negeri

Selasa, 31 Agustus 2021

Belajar Menulis Uncle Den

Tips Mengasah Keterampilan Menulis




Oleh : Deni Darmawan

Bincang-bincang seputar mengasah keterampilan menulis yang digelar secara virtual oleh Komunitas Mengintip Nusantara atau MENUSA pada hari Minggu (29/8/2021) sangat menarik. Acara ini diikuti oleh berbagai komunitas lainnya. Tidak hanya siswa dan mahasiwa, tapi juga guru ikut memeriahkan acara ini.

Narasumber pada acara ini adalah Deni Darmawan atau biasa disapa Uncel D. Beliau juga pendiri  website belajarmenulis.id dan founder Komunitas Belajar Menulis (KOMBIS).

Deni membangun komunitas belajar menulis.id dan KOMBIS adalah sebuah upaya agar masyarakat Indonesia bisa terampil dalam menulis dan menjadi budaya menulis. Selain itu, untuk meningkatkan literasi di Indonesia agar terus maju.

Deni berbagi kepada peserta agar memperbanyak pengalaman menulis. Sewaktu kuliah dulu, ia sudah belajar menulis dengan para wartawan. Saat di sekolah, ia juga sudah tertarik menulis diary dan mading. Menulis di blog juga ia pernah lakukan untuk menyimpang pelajaran sewaktu kuliah dulu. Pengalaman-pengalaman itu ia jadikan sebagai guru terbaik untuk terus berlatih dan praktik menulis.

Untuk menjadi penulis pemula, mulailah menulis apa saja, menulis yang kita sukai dan senangi. Sering-seringlah bergaul dengan para komunitas yang suka menulis dan mengoreksi tulisan kita. Jika kita sudah membangun relasi dan hubungan baik dengan komunitas penulis, maka kita akan semangat untuk terus menulis.

Perbanyaklah pengalaman-pengalaman menulis agar tulisan kita lebih baik. Usahakan menulis setiap hari. Deni mengatakan, mengapa kita harus menulis. Ia menyebutkan, membaca dan menulis adalah perintah titah Tuhan. Membaca adalah jendela untuk memperoleh ilmu pengetahuan, dan menulis untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan membangun peradaban. Ayat pertama kita disuruh membaca. Allah mengajarkan manusia dengan qalam, yaitu pena. Supaya manusia mengetahui apa-apa yang tidak diketahuinya.

Menulis juga kegiatan untuk mencerdaskan bangsa. Jika masyarakat Indonesia semakin cerdas, maka bukan lagi mustahil jika generasi emas 2045 bisa kita wujudkan bersama. Generasi yang suka membaca dan menulis. Generasi yang mempunyai jiwa kompetitif untuk selalu berkarya untuk memajukkan Indonesia.

Dengan menulis artikel, buku, maka akan dibaca oleh orang banyak dan akan memperoleh pengetahuan. Dengan membaca akan meningkatkan pengetahuan membaca anak-anak Indonesia. Itulah kenapa, sebagai siswa, mahasiswa, guru dan dosen, atau siapun dia, harus menjadi agen perubahan (agen of change) untuk dirinya, untuk orang lain dan lingkungannya. Jika kita tidak mampu merubah dengan kata-kata, maka rubahlah dengan tulisan.

Dengan menulis, kita akan memberikan warisan dan sumbangsih intelektual kepada generasi selanjutnya. Jika kita meninggal, maka kita sudah meninggalkan sebuah karya tulis sehingga akan memberikan manfaat kepada siapa saja yang membacanya. Itu semacam amal jariyah yang tidak pernah terputus ketika kita sudah meninggal kelak.

Deni memberikan tips dan pengalamanya agar peserta bisa mengasah keterampilan menulis. Ia mengatakan, bahwa menulis itu bukan soal bakat, tapi soal praktik, latihan dan kerja keras agar bisa memperoleh keterampilan menulis. Jadi, keterampilan menulis itu bisa dipelajari. Tidak instan dan langsung jadi. Semua butuh proses dan tahapan.

Deni sering mencontohkan, ketika ia masih menjadi mahasiswa suka membaca pulpen dan kertas. Jika ada seminar, tidak lupa ia selalu mencatat dan merangkum materi hingga menjadi rangkaian kata, kalimat dan paragraf. Ia juga suka menulis diary, menulis mading hingga menulis blog.

Ia selalu antusias mengikuti kegiatan menulis seperti seminar, workshop, pelatihan untuk mempertajam keterampilan menulisnya. Ia juga selalu bergaul dengan berbagai komunitas menulis agar bisa bersinergi dan silaturahmi untuk menulis bareng.

Itulah sekelumit pengalaman mengasah keterampilan menulis yang ia bagi pada peserta. Ia memberikan saran kepada peserta agar cobalah memulai menulis. Memulai memang berat, tapi jika sudah memulai akan terasa mudah dan gampang. Jika sudah menjadi kebiasaan, lama-kelamaan akan menjadi sebuah keterampilan, bahkan bisa candu menulis. Deni memberikan semacam closing statement kepada peserta. “menulislah, sebelum namamu ditulis di batu nisan.”

 

Belajar Menulis Uncle Den

About Belajar Menulis Uncle Den -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :