Recent Posts

Berbagi Ide dan Gagasan Untuk Menginspirasi Anak Negeri

Kamis, 14 Oktober 2021

Belajar Menulis Uncle Den

Lilis Sutikno : Menulis Semudah Ceplok Telor


Lilis Sutikno/Ilustrator Deni Darmawan



Banyak orang mengatakan bahwa “Menulis itu susah”. Tapi bagi Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikono, S.H, menulis itu mudah, bahkan semudah ceplok telor. Lho kok bisa? Bisa dong, Bu Lilis mengatakan, bahwa menulis itu tidak sulit, sangat mudah, bahkan semudah ceplok telor. Tuk byarr...telur yang tadinya bulat, bisa dihidangkan di meja makan. Nggak ribet dalam memasaknya. Begitu ungkapan Bu Lilis ketika menjadi narasumber di grup whatsapp belajar menulis angkatan 21-22 pada Rabu. (13/10/2021)

Menulis itu mudah, diibaratkan ketika kita masak telor. Simpe, mudah dan gak pakai ribet. Menulis apa yang kita rasakan, apa yang kita ketahui, apa yang kita senangi, apa yang kita alami dan menulis dari hati. Maka, menulis itu mudah seperti ceplok telor.

Ibu Lilis menulis, berawal dari sebuah perkataan Imam Al-Ghazali “Jika kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah”. Imam Al-Ghazali adalah sosok ulama yang produktif menulis pada masanya. Begitu banyak kitab-kitabnya. Dengan karyanya, pemikirannya bisa kita baca dan nikmati hingga hari ini.

Quote dari Imam Al-Ghazali menginspirasi Bu Lilis untuk terus menghasilkan karya. Jika kita mau dikenal dan dikenang oleh anak cucu kita, bahkan generasi selanjutnya, maka kita harus banyak meninggalkan karya. Buku, artikel, atau tulisan di blog merupakan upaya agar kita bisa meninggalkan karya agar dibaca orang banyak.

Bagi Bu Lilis, menulis itu seperti berteriak pada dunia tanpa suara. Ide, gagasan dan pikiran kita akan terdengar luas bahkan hingga ke belahan dunia jika dikemas melalui tulisan. Tanpa harus berteriak kencang, kita bisa menggaungkan teriakan kita melalui tulisan tanpa suara yang keras hingga ke belahan dunia.

Bu Lilis juga mengutip dari Imam Syafi’i “Apabila kamu mendengar sesuatu, maka tulislah sekalipun di tembok. Ilmu itu adalah hasil buruan dan tulisan adalah kijang. Ikatlah buruan dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang, setelah itu kamu tinggalah terlepas begitu saja”. Ilmu diibarakan seperti hasil buruan. Jika tidak diikat (ditulis) maka akan terlepas. Daya ingat manusia terbatas, maka untuk mengikatnya dengan menulis.

Begitu juga para sahabat yang menulis Alquran dan dilanjutkan oleh generasinya untuk menulis hadits. Di dalam surat Al-Baqarah 282 yang berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermua’malah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukkan, hendaklah kamu menulisnya”. Perintah membaca dan menulis itu datangnya dari Alquran dan juga hadits.

Perintah menulis juga diatur dalam Permendikbud RI dalam PERMEN 23 tahun 2015. Menulis yang baik, akan bermanfaat untuk orang banyak juga ikut mensukseskan program pemerintah. Menulis akan memberikan banyak manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Agar mudah menulis, mulailah dengan membaca doa agar tangan kita selalu dibimbing oleh-Nya. Jika diawali dengan doa, akan menghasilkan ilmu yang bersumber dari hati nurani yang bersih. Tulisan dari hati akan diterima oleh hati pula oleh pembacanya dan bermanfaat untuk umat.

Ketika pensil tumpul, kita perlu meruncingkan. Pikiran juga begitu, ketika mulai tumpul kita perlu menajamkannya. Istirahatlah sejenak, bacalah buku yang berhubungan dengan tulisan kita. Itu akan menajamkan pikiran kita. Segala macam kesulitan, penderitaan, akan selalu menghampiri. Tajamkan pikiran, jangan biarkan ia tumpul hingga enggan menulis.

Kebuntuan dan kemandekkan dalam menulis akan selalu ada. Maka, diamkan sejenak tulisan kita, rileks dulu, kemudian perbaikilah perlahan-perlahan. Jika kondisi sudah tenang dan fresh, bisa kita baca ulang tulisan kita agar bisa direvisi lebih baik lagi.

Tinggalkan jejak dalam setiap goresan tinta hingga berdampak positif untuk orang lain. tulisan yang memberikan inspirasi akan mengubah setiap pembaca untuk bisa lebih baik lagi. Menulis setiap hari merupakan kunci mahir menulis. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Wijaya Kusumah, “Menulislah setiap hari, lalu buktikan apa yang akan terjadi”. Komitmen untuk menulis akan berdampak pada tulisan kita.

JK Rowling, seorang penulis novel Hary Potter yang best seller pernah mengatakan, “Menulislah pengalamanmu sendiri. Mulailah menulis dengan hal-hal yang kamu ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”.

Dibutuhkan konsisten untuk bisa menulis setiap hari dan terus menerus. Konsisten menjadi kunci menjadi penulis hebat. Selamat menulis.







Belajar Menulis Uncle Den

About Belajar Menulis Uncle Den -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :

5 $type={blogger}

Write $type={blogger}
14 Oktober 2021 pukul 08.09 delete

Next Narasumber Pak Deni. Buku Bapak Menulis Itu Mudah... bakal laku keras tuh insy allah

Reply
avatar
14 Oktober 2021 pukul 08.14 delete

ayo menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Reply
avatar
Susi Azzamkha
AUTHOR
14 Oktober 2021 pukul 08.26 delete

Masukan yang bagus kakak. Terimakasih begitu membaca artikel ini saya lebih termotivasi dan semangat lagi buat terus lanjut tulisan saya yang suka mandeg. Mandeg .ditengah jalan karena buntu 😊

Reply
avatar
19 Januari 2023 pukul 08.19 delete

Keren Pak, saya copi paste lagi ya materi ini. Laptopnya Bunda sudah rusah, tulisan ini bisa di buat ulang power point nya, he he he... Terima kasih Pak. Ini ditambahkan lagi karikatur yang Pak buat untuk Bunda, semakin keren . . .

Reply
avatar